Friday, 2 March 2018

Kegiatan Perdana Si Jum

Si Jum??
Apa sih yang terlintas di pikiran mu. saat kamu mendengar kata "Si Jum"??
hayoo..coba tebak ... apa sih Si Jum itu.. ^_^ ??
Si Jum itu diambil dari kata Nasi Jum'at.. ini maksudnya itu pemberian nasi bungkus pada hari jum'at untuk orang-orang yang memang membutuhkan.

Kenapa sih kita pilih hari jum'at..karena hari jum'at menjadi hari yang paling utama dari semua hari dalam seminggu. Hari Jum'at merupakan hari yang paling penuh barokah dan Allah SWT sudah mengkhususkan hari Jum'at hanya untuk umat muslim dari seluruh kaum umat terdahulu.

Salamah dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda,
"Hari terbaik yang terbit padanya matahari adalah hari Jum'at. Sebab pada hari itu Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam as. Dia memasukkan Adam ke surga, pada hari itu ia diturunkan ke bumi dan pada hari itu terjadi kiamat serta pada hari itu terdapat satu masa dimana tidak seorangpun berdo'a kecuali Dia akan mengabulkan do'a itu." (HR.Muslim)
Berbagi makanan bisa membuat hati orang lain senang. Apalagi sedekah di hari mulia (Jum'at), pada orang yang tepat tentu akan meningkatkan efek sedekah itu sendiri.

Berawal dari celetukan salah satu anggota pasar online SRI untuk menyisihkan sebagian hartanya / hasil penjualannya yang dikumpulkan untuk kegiatan Si Jum. Alhamdulillah..para anggota antusias dengan kegiatan Si Jum, walaupun tidak semua anggota ikut bergabung menjadi anggota Si Jum. 

Pada akhir bulan Februari 2017 dibuatlah grup Whatsapp Sedekah Jum'at dan dibentuknya kepengurusan agar semua menjadi lebih terorganisir. Alhamdulillah.. kegiatan perdana kita mengumpulkan dana sedekah jum'at dan merubahnya menjadi makanan yang nantinya akan dibagikan keanak" yatim yang tinggal di rumah yatim daerah warung satu (cikarang). 

Memang tak banyak yang bisa kita berikan. Mengingat ini merupakan agenda kita yang pertama.. smoga apa yang kita berikan menjadi berkah untuk semua nya.. Aamiin..allohumma aamiin..

Kegiatan pertama kita inilah menjadi tanggal milad nya grup sedekah jum'at. Bertepatan tanggal 2 Maret 2018.







Friday, 26 August 2016

Yuk.. Move On Dari Si Dia...

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ' hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab: 59).

Maksud ayat ini adalah, "wahai Muhammad, katakan kepada istri-istrimu, anak-anakmu, dan wanita-wanita muslimah disetiap ruang dan waktu agar membuat pembeda bagi mereka dari wanita jahiliyah. Hendaknya mereka memakai jilbab yang lebar di atas pakaian yang biasanya mereka pakai dirumah." Inilah ayat yang memerintahkan kita berjilbab.

Jilbab merupakan suatu kewajiban yang diharuskan dan tanpa kecuali. "TAPI", untuk menutup aurat dari ujung kepala sampai kaki terkecuali telapak tangan dan wajah, seperti hadits Rasulullah yang disampaikan kepada Asma' putri Abu Bakar Ash-Shiddiq;
"Wahai Asma', sesungguhnya apabila seseorang wanita telah haidh (sudah baligh), maka tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini." Kemudian beliau berisyarat ke wajah dan kedua telapak tangan beliau. (HR. Abu Dawud).

 Inilah cerita awal pertama memakai hijab (jilbab). Pertama aku mengenakan jilbab itu saat aku menerima raport kenaikan kelas 2 SMA, selain karena ayat Al-Qur'an dan hadits yang menerangkan bahwa kita diwajibkan untuk memakai jilbab juga dikarenakan pada saat itu aku bernazar, jika aku masuk kelas IPA maka aku akan memakai jilbab. Ya.. Alhamdulillah aku masuk kelas ipa dan pada sora hari di hari yang sama aku langsung mulai untuk memakai jilbab dengan niatan Lillahita'ala. Dulu, aku belum syar'i memakai jilbab, kenapa? karena aku dulu masih suka memakai celana jeans, terkadang masih memakai kaos. Awalnya sempat terfikirkan oleh ku, jika aku memakai jilbab nanti rambutku ngga bisa di macem-macemin lagi, nanti aku ngga bisa pake baju ini.. celana itu.. nanti aku.... bla..bla..bla... tapi aku tetap kembali ke niatan awal yaitu "karena Allah". Alhamdulillah jilbab yang aku kenakan tetap bertahan sampai sekarang. Memang membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar untuk sampai pada tahap berjilbab syar'i. Perlahan aku mencoba memanjangkan jilbab sampai pada akhirnya aku menghilangkan koleksi jeans yang ada dilemariku dan mulai menambah koleksi rok dan gamis sebagai gantinya. Walaupun saat itu, hanya memiliki beberapa potong rok dan gamis. Tak perduli apa yang dibilang orang-orang disekitar dan bahkan mama ku sering bilang bahwa aku terlihat lebih gendut atau seperti ibu-ibu.. Ah.. sudahlah.. omangan mamaku sendiri sudah tak ku hiraukan lagi, karena yang ku perdulikan saat ini adalah penampilanku baik di mata Allah.

Mungkin dipertengahan tahun 2013 adalah awal aku memakai jilbab syar'i dan mulai membiasakan memakai rok dan gamis, ini karena aku ikut dan bergabung disebuah kepengurusan organisasi islami dimana pada saat itu semua pengurus dari seluruh divisi diharpkan untuk menghadiri acara perkenalan secara langsung (tatap muka), karena biasanya kami hanya berkomunikasi lewat salah satu aplikasi pesan online yaitu WhatsApp. Pada saat itu lah aku melihat rekan-rekan ku mengenakan jilbab syar'i dan memakai rok/ gamis sedangkan pada saat itu aku belum seperti mereka karena aku masih mengenakan jeans dan jilbab pun belum sepenuhnya syar'i.

Tak hanya perasaan malu yang ku rasa saat itu, ada perasaan iri yang terlintas dihatiku. Ya... benar aku iri melihat mereka yang mengenakan pakaian lebih baik dari aku dan sesuai syarian Nya, iri melihat mereka bisa berpakaian seperti apa yang diperintahkan oleh Allah, sedangkan aku?? :'( ...
Pandangan ku pun terfokus kepada mereka semua yang mengenakan rok ataupun gamis dan memakai jilbab syari'i, mereka terlihat begitu nyaman dengan apa yang mereka kenakan, terleihat sederhana tapi begi anggun dan enak dilihat. Kejadian itu pun membuat hati ku menjadi yakin untuk segera move on dari si dia (pakaian pendek, ketat) ke si dia (pakaian syar'i)

Keyakinan ku untuk move on dari si dia mulai ku lakukan. sesampainya di rumah ku buka lemari pakaianku dan ku pilih-pilih baju yang kiranya terlalu ketat, pendek, nerawang, dan tak lupa koleksi jeans yang ku punya, ku kumpulkan semua jadi satu dan bisa ku hibahkan kepada yang lebih membutuhkan. Untunglah saat itu masih memiliki beberapa potong rok yang masih tersimpan rapi. Ada rasa malu saat itu, karena ternyata koleksi rok yang kupunya sedikit, dan jilbab yang kupunya masih transparan dan pendek. Saat itu jilbab yang transparan masih bisa ku pakai, karena aku memakainya double sehingga tidak terlihat transparan lagi. Move on pun membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar.

Memakai jilbab syar'i pertama kali.. subhanallah,.. aku merasa tenang karena tidak perlu lagi tarik sana sini.. tak perlu lagi pentul sana sini.. hanya sebuah peniti yang ku kenakan dan satu buah bros bunga, dengan penampilan baru ku itu, aku mulai dengan bismillah untuk mengawali hari ku. Tapi entah mengapa, rasanya semua orang yang ku lewati dan bahkan rekan kantorku mulai memperhatikan penampilan ku yang beda dari biasanya. Bahkan ada yang bilang jika aku ini berlebihan dalam hal agama atau aku terlalu agamis alis sok alim. Dikira ikut pengajian apalah.. orang partai mana laah.. ajaran mana laah.. dan lain lain..

Awalnya aku sempat 'berprasangka', mungkin karena tidak suka atau apalah. Tapi aku berfikir lagi, mungkin mereka belum terbiasa denang penampilan baru ku saat ini. Sempat minder, tapi aku tetap kembali ke niatan awal yaitu "Karena Allah". Aku pun sudah tidak perduli lagi tentang penilaian dan pendapat orang tentang aku, karena tujuan ku adalah penilaian Allah. Nabi Muhammad SAW saja menyampaikan perintah Allah membutuhkan pengorbanan mulai dari dicaci, dimaki, dilempar batu, bahkan diludahi tapi saat ini aku kan baru dikatain ini itu, masa iya sudah mau menyerah. Seharusnya aku bisa bersikap tenang dan tidak marah. Dikeluarga ku sendiri aku berusa menjelaskan kepada mereka dan itu membutuhkan waktu untuk membuat mereka mengerti dengan  move on yang ku lakukan ini.

Seiring berjalannya waktu, setelah aku mengenakan jilbab syar'i benar-benar terasa bedanya. Dijalan atau dimanapun jika ada ikhwan yang dekat denganku selalu jaga jarak, bahkan jika aku duduk di dalam bis, hampir tidak ada ikhwan yang duduk disebelahku karena dia lebih memilih tempat duduk yang lain. Semenjak aku mengenakan jilbab syar'i hati menjadi tenang, dijalan terasa aman dari godaan ikhwan. Seperti ada allah yang melindungi dibalik jilbabku. Walaupun aku mengenakain jilbab syar'i bukan berarti aku sudah puas, sebab dengan mengenakan jilbab syar'i ini merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri dan lebih upgrade lagi sama amal ibadah dan ilmu agama.

Shalihat..
Ketika kita sudah dewasa, sudah baligh, dan sudah jatuh hukum WAJIB menutup aurat. Seharusnya sudah tidak ada lagi alasan ini dan itu untuk berdalih untuk tidak mengenakan jilbab,
Ada yang mendadak jadi GAFATAR (Gerakan Afa-aFA enTAR)
ENTAR aja berjilbabnya kalau sudah menikah.
Kalian lupa, kalau sebelum menikah dosanya yang menanggung adalah ayah?
ENTAR aja berjilbabnya kalau sudah dapet kerjaan posisi enak.
Kalian lupa, kalau rejeki kita yang mengatur adalah Rabb yang memerintahkan menutup aurat?
ENTAR aja berjilbabnya, kan sekarang masih muda.
Kalian lupa, kalau syarat mati tidak melulu menuggu tua?

Maukah moment pertama kali kalian menutup aurat dengan amat rapat adalah ketika hari terakhir kita berada di dunia? Ketika masa kontrak kita di dunia telah habis?
Maukah aurat kalian tertutup dengan rapi bukan dengan kain katun, wolvis, balotely? Tapi dengan lima lembar kain KAFAN.

Yuk.. menutup aurat dari sekarang..
Yuk berjilbab dari sekarang, karena berjilbab bukan tanda kita sudah baik, hati kita sudah bersih, akhlak kita sudah sempurna..
Berjilbab (menutup aurat) adalah tanda kita TAAT akan perintah Allah.
Yang sudah berjilbab (menutup aurat) segera move on dari si dia (pakaian pendek, ketat, dan nerawang) ke si dia (pakaian syar'i), karena move on bukan hanya terkait cinta kepada manusia, tapi juga pada Sang Pencipta, yakni Allah 'Azza wa Jalla.

Semoga aku dan shalihat bisa istiqomah ..
Aamiin.. Allohuma Aamiin...



Friday, 8 January 2016

Kami Anak Negeri

Kami berkumpul di bawah teriknya mentari yang panas...
Kami disini .. berbaris rapi...
Berkumpul menyusun strategi...
Kami para buruh berkumpul untuk angkat bicara...

kami para buruh menantang panas...
Mengadu tentang kesejahteraan yang belum pantas...
Dari Ketidak adilan yang mereka nikmati...
Suara suara lantang di teriakan...
Berharap para wewenang mendengar...
Berharap tuntutan dipenuhi atau diamin kan...

Kami bukanmencari jati diri...
Kami berjuang untuk keadilan...
Kami pekerja pekerja sejati...
Yang berjuang melawan penindasan...
Kami berjuang tentang kesejahteraan...
Yang semestinya kami nikmati...
Dari tetesan keringat yang selama ini kami teteskan...

Kami dambakan ketentraman...
Dari hak yang belum terbalaskan...
Kami hanya orang orang yang tidak berdaya...
Kami hanya mencoba menanyakan hak hak kami...

Kami turun ke jalan bukan untuk cari perhatian...
Kami turun ke jalan bukan pamer kekuatan...
Kami turun ke jalan hanya ingin perjuangkan hal yang belum tergenapkan...
Kami adalah bagian dari bangsa ini...
Anak negeri yang jua ingin sejahtera...
Kami buruh Indonesia...
Selalu berjuang untuk kemajuan negeri ini...

Kemanakan nasib buruh ini...??
Kalau upahnya dikebiri...
Kemanakan nasib buruh negeri ini...??
Kalau hak haknya di curi...

BURUH BERSATULAH...

Mohon maklum jika sekali kali
Kami mengganggu kenyamanan sahabat profesi lain...
Bukan maksud kami mengacau...
Kami hanya ingin berjuang untuk keadilan..

BURUH BERSATULAH...

Teruslah Berjuangan...
Tetap Semangat...

by : Thie Chubiez


want to see more pict..
click here















Wednesday, 6 January 2016

I'm Sorry... Good Bye..

I'm Sorry..
for what??
For living you too much..
For missing You..

I'm Sorry...
For waiting to see you everyday..
For always thinking about you before going to sleep...
For feeling upset if I don't see you...
For waiting to be by your side..

I'm Sorry...
For waiting to make you Happy...
For waiting you to be part of my life..
For trying to make you SMILE...
For dreaming about you everyday...

I'm Sorry...
For replying back as Quick as Possible...
I'm Sorry...
For getting Mad,, Sad,, and Jealous...
I'm Sorry...
For being just a simple game..
I'm Sorry...
For thinking that You Loved Me...
For annoying you with my calls and messages..
I'm Sorry...
For caring about you..

I'm Just...
Sorry for every single mistake I made..
Good Bye..


click here to watch a simple video

Thursday, 24 September 2015

Dalam Hati Terdalam...

Ku temukan cinta diantara banyaknya bintang..
Bintang yang bertaburan di angkasa Cinta...
Namun engkau jauh disana...

Cinta kita menjadi satu...
Namun engkau jauh dari pandangan ku...
Dan aku hanya terdiam termenung..

Ku rasakan nafas mu...
Ku rasakan detak jantung mu..
Ku rasakan manja mu..
Menjadi sebuah rindu bagi ku..

Saat aku duduk sendiri..
Memandang bintang diangkasa...
Entah mengapa air mata ini..
Perlahan jatuh membasahi pipi..

Rindu yang menyesakan dada..
Terlalu dalam di jiwa...
Aku sendiri tak tau mengapa..
Bisa terlalu cinta pada mu..

Kasih....
Kau begitu jauh dari pandangan ku..
Tapi kau bagaikan nyawa..
Dalam hati terdalam...
Dan tak akan tergantikan...

Friday, 8 May 2015

Dua Hati Yang Tak Bisa Menyatu..

Teringat bagaimana awal aku mengenalmu..
dari sebuah percakapan yang membahas mengenai pembentukan sebuah organisasi. Kau tau.. saat itu, ada perasaan aneh yang aku rasakan.. perasaan yang sudah lama tak aku rasakan. Ada kenyamanan dan aku merasa klop saat berbicara dengan mu.. padahal, saat itu kita belum pernah bertemu sama sekali.. entah apa yang aku pikirkan saat itu,  (*ingin rasanya aku bisa dekat dengan mu) sempat terlintas dalam benak ku..

Tak lama akhirnya aku bisa melihat dirimu secara langsung,,  Jantungku berdebar cepat dan mata ku tertuju hanya pada mu, seolah aku telah terhipnotis olehmu. Aku tak peduli dengan apa yang ada disekitar ku. Mata ku tetap mengawasi setiap gerak gerik yang kau lakukan, yang terkadang membuat ku tersenyum kecil. #ups Ternyata aku melupakan seseorang, dia seorang wanita yang pergi bersama mu. Ku pikir dia wanita special mu. Hati kecil ku pun mulai bertanya-tanya, tanpa tau jawabannya. Saat itu aku hanya bisa diam dengan hati sedih dan penuh tanya, namun mataku tetap tertuju padamu hingga acara pun berakhir.

Setiap ada perkumpulan dan kau selalu ada, kau selalu menjadi pusat perhatian ku, mata ku selalu saja tertuju padamu. Ingin aku menyapa mu, namun aku hanya terdiam hingga kau menyapaku duluan. Lagi-lagi jantungku bedebar dengan cepat, membuat ku selalu salah tingkah dihadapanmu. Pembicaraan pun membuat suasana hati ku menjadi lebih tenang, tapi aku tetap memperhatikan mu. Aku mulai masuk dalam lamunanku, berandai-andai kau tau, jika aku ingin selalu ada di dekat mu, ingin selalu bersama mu. Lamunan ku buyar seketika, saat kau bercerita pada teman mu bahwa wanita yang bersama mu kemarin itu adalah kekasihmu sejak 3/4 tahun lalu. Hancur sudah hati ku seketika, tak ada harapan lagi. Tiba-tiba aku pun terdiam dan seketika pikiran ku kosong.

Hari-hari yang ku lalui saat bersama mu, membuat ku senang. Sama-sama berjuang, agar organisasi itu tidak hancur dan bertahan. Sama-sama menghabiskan waktu dan tenaga kesana-kemari, agar kita mendapat saran dan masukan dari yang lainnya supaya organisasi ini menjadi kokoh. Aku senang saat bersama mu, namun aku kembali terdiam saat teringat dia. Tak ku hiraukan itu, karena aku bahagia, menghabiskan setiap detik pertemuan dengan mu.

Waktu terus berputar, rasa untuk mu masih tersimpan rapih di dalam hati ku. Sungguh sulit untuk melepaskanmu dari doaku. Perlu kau tau aku tak pernah merasa lelah, walaupun aku harus begadang, menghabiskan waktuku kesana kemari untuk membuat organisasi kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Karena waktu ku semakin banyak ku habiskan dengan bertukar pendapat dan saling memberi masukan bersama mu. Ya... karena bersamamu semua terasa menjadi ringan. Dan kau tau, aku merasakan seperti ada balon pecah dalam hati ku, saat kau bercerita bahwa kau sudah tak lagi bersama dia. Saat itu aku tak percaya dan menyayangkan hubungan kau dengan dia. 3/4 tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk menjalin sebuah hubungan dan membutuhkan waktu lama untuk move on. 

Kita jadi lebih sering berkomunikasi dan bertemu untuk membicarakan organisasi, karena kegiatan organisasi sudah mulai padat. Perasaan ku pun masih tersimpan rapi, karena aku pun tak mungkin langsung mengatakan tentang apa yang aku rasakan padamu. Sampai suatu malam, kita berdua pergi untuk mengurusi organisasi yang tak terasa sudah hampir tengah malam saat itu. Aku tau saat itu kamu sedang jenuh, dan penat karena masalah yang dihadapi organisasi kita. Kita pun pergi untuk melepas rasa jenuh dan penat. Tak peduli sudah jam berapa saat itu, tapi aku merasa bahagia bisa menemani mu disaat kau sedang merasa gundah.

Semua mengalir begitu saja, aku dan kamu semakin dekat perasaan ku padamu semakin dalam. Namun aku ingat satu hal, kita berbeda dan perbedaan itu membuat ku sedih. Love is blind mungkin kata yang cocok untuk ku. Ketika aku tau adanya perbedaan itu, namun aku tak berusaha untuk menghentikan rasa yang ku punya untuk mu, malah membuat rasa itu semakin dalam.

Perlu kau sadari, bahwa hari-hari ku berwarna karena ada kamu. Ku jalani hari-hari ku dengan penuh semangat, karena ada kamu. Setiap pertemuan dengan mu, aku merasa seperti ada kekuatan yang kau berikan pada ku tuk jalani hari-hari ku. Hari ku tak lengkap bila tanpa mu dan semua terasa indah saat bersama mu, walau terkadang aku merasa sedih, galau, dan gak karu-karuan saat aku tau kau masih berhubungan dengan dia. Namun itu tak mengurangi perasaan ku pada mu. Aku tau, kau dan aku memiliki perasaan yang sama dan kita juga sama-sama tau bahwa kita tak mungkin bisa bersatu karena kita beda, tapi kita tetap menjalaninya berdua.

Sampai akhirnya dimana aku harus mengatakan sesuatu yang teramat berat untuk ku. Suatu berita yang aku sendiri bingung untuk menyampaikannya kepada mu. Karena perasaan ku yang tak mau jauh dari mu, dan aku tak ingin melupakanmu. Namun harus ku katakan, bahwa aku harus menikahi orang yang tak ku sayang. Berat aku katakan, namun aku harus bisa mengatakannya, sebelum kamu tau dari orang lain bukan dari mulutku sendiri. Aku tau mungkin kamu shock dan gak tau harus bagaimana dan apa yang harus kau katakan. Aku sendiri merasa seperti ada petir yang menyambar yang membuat ku hancur saat itu juga.

Aku menangis setiap malam untuk menyembunyikan itu, karena aku tak kuat untuk mengatakan ini semua. Sejujurnya aku ingin bersamamu dipelaminan itu, bukan dengan orang yang tak ku sayang. Aku ingin bersama mu menghabiskan semua sisa waktu yang ku punya.. Maafkan aku yang mengorbankan perasaan ku padamu, yang harus menghancurkan mimpi indah bersama mu. Hanya karena alasanku menikahi pria itu, demi membuat kedua orang tua ku dan keluarga ku bahagia, karena aku tak ingin mengecewakan mereka. Maafkan aku yang baru menceritakan ini padamu. Maafkan aku yang terlalu sayang padamu. Maafkan aku, yang tak akan pernah melupakanmu karena kau akan menjadi bagian terindah dalam hidupku walaupun itu harus menjadi kenangan. Beribu kata maaf, belum cukup rasanya. Namun ku tak lupa ucapkan terima kasih untuk mu, untuk semua waktu mu, untuk semua perhatian mu, untuk jeweran mu, untuk omelan mu, untuk canda tawa bersama mu. Terima kasih telah mengisi hati ku, mewarnai hari ku, menjadi inspirasi ku, menjadi penyemangatku dan Terima kasih banyak telah menjadi bagian yang beharga dalam hidupku.

Ingatlah apa yang pernah ku katakan padamu..
Senyum mu.. Semangat ku...
Semangat mu.. Kekuatan ku..
dan doa ku menyertaimu selalu...

Walau berat untuk ku.. walau ku tak tau.. aku mampu atau tidak melewati ini semua tanpa mu disisiku.. namun aku akan mencoba melakukan apa yang kau katakan padaku..
Terima kasih untuk kasih dan sayang mu selama ini...

Wednesday, 26 November 2014

Milad One Day One Juz Ke-1 dan Muhasabah Awal Tahun Hijriah



Sedikit bercerita tentang acara ini, dimana saya diberi amanah menjadi panitia Divisi HPD. Saya merasa bersyukur bisa diberi amanah menjadi panitia di acara tersebut, tak hanya bisa bertemu dengan teman yang biasanya syuro dan bercanda di grup lewat aplikasi WhatsApp tapi juga mendapat pengalaman baru.


Persiapan panitia yang sudah berjalan kurang lebih 3 bulan sebelum hari H, dari mulai syuro online, syuro darat untuk membahas persiapan acara, perlengkapan dan lain sebagainya demi kelancaran dan kesuksesan acara tersebut. Tak kenal kata lelah.. semua tetap semangat.. hingga H-1 beberapa panitia mabit di Masjid UI untuk mempersiapkan apa saja yang masih kurang.


 Penyebaran flayer MAT

Persiapan menjelang hari H

Persiapan detik-detik acara dimulai

Acara peringatan Milad (Ulang Tahun) Komunitas One Day One Juz (ODOJ) ke-1 yang digelar di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Ahad (23/11) dengan tema "Meraih Hari Esok dengan Kemuliaan Al-Qur'an". Dihadiri oleh 2000 peserta dari berbagai kalangan. Terlihat dari peserta yang memenuhi sudut ruang di Masjid UI hingga ke lantai 1.


Acara ini diharapkan dapat mengembalikan semangat ODOJers yang saat ini mengalami penurunan, terlihat dari anggota yang silih berganti dalam satu grup dengan berbagai alasan yang merupakan salah satu pertanda bahwa semangat sudah mulai kendor. Seperti kata ketua Umum ODOJ (Ricky Adrinaldi) bahwa fase euphoria sudah lewat, sekarang ODOJ sedang memasuki fase terberat. Karena ODOJ adalah kebutuhan bukan ikut-ikutan.

Acara yang diawali tilawah oleh Ustadz Ikhwan Mubarok, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum ODOJ (Ricky Adrinaldi), Ketua Panitia Pelaksana (Nur Hakim) dan dilanjutkan dengan sambutan Walikota Depok (Nur Mahmudi Ismail).




Setelah sambutan ada pemutaran kaleidoskop ODOJ dan penampilan dari salah satu anak yatim pilihan dan juara hafidz cilik Hilya Qonita, dimana mereka saling sambung menyambung ayat yang dibacanya. Dilanjutkan dengan penyerahan santunan 111 anak yatim


Penampilah hafidz cilik


Setelah penyerahan santunan 111 anak yatim dilanjutkan dengan penyampaian materi dan muhasabah oleh Ust. Ibnu Jarir, Lc

Ust. Ibnu Jarir menyampaikan materi dan muhasabah


Tausiyah al-Ustad Ibnu Jarir:
#Semangat tilawah teman-teman.. ini baru 1 Juz... ikhtiar menjaga Al-Qur'an harus jalan terus dan niat di perbaiki terus, yakni karena Allah bukan yang lainnya..
#Kalau manusia sudah tidak mampu menjaga Al-Qur'an di bumi ini, maka Allah akan menggantikannya dengan Generasi yang lebih baik dari kita atau  jika tidak ada lagi maka dengan para Jin.. Sanggupkah kita menerima amanah menjaga Al-Qur'an..?
#Ini baru tilawah.. Padahal masih banyak amalan yang harus kita kerjakan... Di dunia ini kita amal.. amal.. amal.. sampai menuju Allah.
#Sesungguhnya amalan dan kebaikan kita di dunia akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.. Apakah amalan kita sudah sesuai tuntunan Al-Qur'an..? 
#Baik menurut manusia, belum tentu baik menurut Al-Qur'an.. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah...
#Sebaik-baiknya kamu adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an" (Al-Hadits)
#Grup ODOJ, adalah salah satu ikhtiar membumikan Al-Qur'an..
#Tantangan ke depan akan lebih berat lagi. Prosentase umat muslim di Indonesia sudah menurun...
#Apalagi dengan banyaknya pemimpin non muslim yang banyak memimpin daerah-daerah muslim di Indonesia...
 #Apakah generasi Al-Qur'an akan tenggelam di makan zaman? Atau sanggupkah kita menjadi generasi Qur'an dan menjaganya hingga akhir kiamat?
#Kitalah generasi Qur'an yang insyaAllah istiqomah.. Aamiin...
#Baca juga tafsir Q.S At-Thariq..
Wallohua'lam...
#Semangat ODOJ#

Klik disini buat kalian yang ingin mendengarkan Ust. Ibnu Jarir, Lc menyampaikan muhasabah saat acara MAT.



#terima kasih ODOJ
#terima kasih all crew MAT
#terima kasih ODOJ JakDep